Sunday, 2 October 2011

Time To Change, Time To Move

Tersadar dari sebuah lamunan panjang tak bertuah. Detik waktu yang mengalir seiring dengan silih berganti matahari dilangit. Terkadang waktu terasa getir, manis, indah, memuakan, membosankan, atau bahkan beracun bagi jiwa-jiwa manusia. Akan tetapi disanalah kekuatan untuk manusia dapat berubah dan bertransformasi menjelma menjadi baru. Waktu merubah segala hal menjadi baru dan berbeda pada aksinya.

Melirik teman dan pecinta di kampus seakan mereka telah berubah. Para biduan yang tak mengacukan fashion seakan mulai menyadari betapa indahnya pintalan benang yang membelit tubuh mereka. Aroma wangi yang menghiasi tubuh seakan menjadi jadi diri dan tanda perubahan di dalam diri mereka. Mulut yang kian berisi dan tajam menunjukan sebuah intelegensi berbeda dengan sebelumnya. Anggun, cantik, dan mempesona adalah sebuah perkenalan dari diri mereka sendiri "INILAH SAYA!" Feminisme merebak dan memenuhi relung-relung yang kosong dan meracuninya.

Melirik kepada sanak saudara diseberang barat sana. melirik kemasa lalu dimana ketika menjadi bagian yang termuda dan terkecil, layaknya raja kecil yang selalu menang akan peperangan hawa nafsu. Mainan, kesenangan, tawa, tangis, tersenyum licik atas saudara-saudara yang menjadi korban sebuah tangan usil menjadi sebuah kebersamaan yang tak kan mampu terulang. Menatap masa kini dan menyongsong masa depan yang sepi, semua telah berlalu. Realitas menumpuk serta tuntutan tanggung jawab menjadi pergumulan sehari-hari yang mengikis segalanya. Sebuah perubahan dramatis ketika gelak tawa kesenangan bersama menjadi sebuah moment langka yang dipuja.
Melirik kepada diri sendiri, saya tak ingin menjadi tua ataupun dewasa. 15 tahun untuk sekarang dan selamanya menjadi dasar dalam menerima segala hal yang terjadi. 15 tahun dimana tak merasakan apa itu sensitivitas, sakit hati, mengesalkan, egoisme, ataupun apa saja yang ingin kau benci. Tertawa lepas, bersenang-senang, dan menikmati hidup adalah sebuah filosofi dari 15 tahun untuk sekarang atau selamanya. Menjadi berbeda dengan segalanya dan mungkin melawan arus perkembangan waktu menjadi sebuah resiko yang harus ditangkap. Bagaimana dengan anda?

Keep Absurd and Abstrak!

Ketika Mahluk Diskonek Menginvasi Komunikasi FISIP UNS

"mahkluk diskonek menginvasi Fisip. komunikasi UNS !"

saat ini berita itulah yang menghiasi hari-hari Ekawan Raharja. Dirinya tidak menyangka kalau tebakan berhadiah formulir SNMPTN-nya tembus tetapi salah sasaran. Terlintas dibenaknya, apa yang mesti dilakukan pada saat itu setelah tebakan SNMPTN-nya mengenai sasaran orang lain. Bingung 7 langit apa itu komunikasi.

Jangankan berkuliah di Fisip. Komunikasi, untuk berkomunikasi saja manusia ini sangatlah susah. Tak banyak orang yang mengerti tata bahasa dan EYD yang di gunakan dari mana. Berbicara sekenanya tanpa memikirkan artinya. Mulutnya adalah tong sampah. Kata-kata yang di gunakan pun tak lazim seperti manusia awam lainya.

Saat ini Ekawan Raharja masuk ke Fisip. Komunikasi UNS. Entah berantah apa nasib dari pada UNS terutama Fisip. Komunikasi saat menerima mahluk tidak jelas lagipun berbentuk abstrak ini.
Photo by: Muhammad Zain Iskandar
Semoga UNS tetap ada dan Fisip. Komunikasi tidak di bubarkan karena mahkluk diskonek menginvasi Fisip. Komunikasi UNS




TULAIT..TULALIT..TULALIT..
(sebuah tulisan dari note facebook Monday, 03 August 2009 at 03:46)