Showing posts with label perjalanan hidup. Show all posts
Showing posts with label perjalanan hidup. Show all posts

Thursday, 25 April 2013

Disini Memulai dan Tidak Akan Berakhir


Bertahun-tahun sudah menjabat sebagai Kepala Divisi Music Director di 107.7 FiestA FM, tiada yang akan mengira ini menjadi sebuah gerbang kehidupan. Bermulai dengan modal nekat dan gairah bermusik semata, kini telah berkembang kepada tingkatan yang tidak pernah terbayangkan. Tiada menyangka hal-hal kecil, kini berkembang menjadi hal yang luar biasa dan cukup diluar ekspetasi awal.
107.7 FiestA FM ID Card
November 2009 menjadi awal segalanya, dimana dengan lugu polos namun niat yang bulat memulai memasuki sebuah ruangan studio kuning. Hasrat untuk bergabung di dunia akhirnya di depan mata, penantian yang cukup panjang dan mendebarkan. Sekian lama untuk bisa berkecimpung di dunia broadcasting terlaksana. Di mulai dengan sebuah radio kampus di FISIP UNS berdaya jangkau 3-5 KM. Persetan dengan jangkauan yang penting mulai belajar dan naikkan tensi gairah bersenang-senang.

Banyak hal-hal absurd terjadi. Dimulai liputan pertama di Bandung, pemilihan Kadiv. MD, divisi musik yang berantakan, serta pemilihan GM, dsb. Tiada bisa disebutkan setiap hal secara terperinci dan detail, namun semua cerita itu tergores rapi di secarik kertas yang bernama kenangan. Jelas tinta pengalaman tidak akan terlupa dan selalu terkenang. Suka duka selama 3.5 tahun menjabat mungkin terbilang sebentar namun tidak sesingkat yang diperkirakan. Seorang Jimi Multazam akan berkata "semua terekam tak pernah mati."

Kini, sudah saatnya berganti tangan. Memindahkan kuasa ini kepada mereka yang lebih bergairah dan bersemangat. Memberikan mereka kesempatan untuk belajar dan berkarya lebih untuk 107.7 FiestA FM, terutama dirinya sendiri. Tiada terucap terima kasih untuk segenap crew 107.7 FiestA FM dan alumni. Tidak. bukan crew 107.7 FiestA FM namun keluarga 107.7 FiestA FM lebih tepatnya. Tali rasa yang tersambung semoga selalu terjaga, dan menghiasi hidup.

Sunday, 21 April 2013

Bekerja di Banyak Media ? Siapa Takut !


FISIP POS - Berkecimpung di dunia jurnalistik menjadi salah satu hobi dari seorang mahasiswa tingkat akhir UNS bernama Ekawan Raharja. Memang orang-orang disekitarnya hanya menganggap teman atau mahasiswa yang biasa-biasa saja. Namun, pada saat dia sudah melepaskan seragam kuliahnya, dia telah menjadi seorang public figure karena menjadi orang yang sangat penting di dunia media, khususnya media music.
Ekawan mengatakan, memang suka dengan hal yang berbau jurnalistik dan nantinya akan digunakan pada saat berada di dunia kerja, serta rasa cinta terhadap dunia music dijadikan alasan mengapa memilih menjadi seorang jurnalis musik di beberapa media. Dimulai dengan bergelut di dunia fotografi, karena memang suka memfoto dan difoto sejak kecil. Kemudian berkembang untuk membuat blog, mencontoh tulisan di media dan mulai belajar menulis. Kemampuannya dalam menulis pun terus bertambah seringin dengan perkuliahan jurnalistik yang membuat dia lebih matang dan terasah dalam teknik menulis.
Ekawan yang saat ini resmi terdaftar di depanmonitor, irockumentary, serta membantu di beberapa media seperti Jakarta Stage (RIP), Review Bastard, dan House of Horror mengaku sering bingung bagaimana cara menghadapi penugasan dari beberapa media dalam satu liputan acara. Namun, dia pintar dalam mensiasatinya. Cukup dengan membuat tulisan yang berbeda dari segi pemilihan kalimat, sedangkan ketika membuat berita langsung, perbedaan dalam mengambil angle berita menjadi pilihannya. Menurutnya, yang paling susah adalah ketika dituntut membuat review suatu acara, dimana harus menjelaskan jalannya acara secara berbeda-beda.
Ekawan mengaku sangat senang menjadi seorang jurnalis musik, dengan cara tersebut dia berhasil mendapatkan banyak teman dan seringkali mendapatkan ‘free pass’ ketika menghadiri acara music. Bagaimana tidak? Dia menjadi kontributor musik di Solo, jika terdapat acara musik di Solo, dia yang meliput. Tidak hanya itu, ketika dihubungi dengan salah satu kantor untuk liputan ke luar kota pun, dia mampu mendapatkan gratisan nonton konser yang cukup besar  dengan jangakuan cukup luas, seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Yogyakarta.
 
Namun bukan hidup kalau lurus-lurus saja, ekawan pun kesusahan ketika dia hanya mempunyai satu bahan berita, namun harus dibagi ke media yang berbeda-beda. Tetapi bukan ekawan kalau tidak banyak akal, dia selalu pintar mensiasati apapun masalahnya. Menurutnya, spesialisasi dari setiap media berbeda-beda, Irockumentary merupakan media foto, Review Bastard, House of Horror, dan Dean Street Billy’s adalah medua tulis, dan Fiesta Fm serta RKTI merupakan media broadcasting radio, jadi selama masih bisa dipegang dan dikerjakan, ekawan selalu santai untuk menghadapinya. (Sabhrina Herawati / D0210106)
Tulisan diatas merupakan karya dari Sabhrina Herawati, mahasiswi semester enam Ilmu Komunikasi UNS, turuntuk tugas Jurnalistik 2. Saya upload dan berterima kasih untuk tulisannya tentang saya. sedikit aneh takala saya terbiasa menulis profile untuk orang lain, namun kali ini saya menjadi objek tulisan untaian diksi. Terima kasih dan semoga sukses dengan kuliahnya.

Sunday, 10 March 2013

Pandai Besi Rekaman di Lokananta Hari Pertama


Pertama dalam seumur hidup memberikan testimoni untuk band kenamaan ibukota dan diupload secara resmi oleh mereka. Thanks Efek Rumah kaca! It's so surprising me.

Mimpi Mulai Datang Perlahan

Tiada yang menyangka dengan 7 tahun silam. Seorang anak remaja tanggung yang baru saja menginjak masa Putih Abu-Abu, hanya kosong dan kelam. Duduk manis di rumah memandang segala sesuatunya hanya melalui cerita. Mendengar, mendengar, dan mendengar. Ekspesi yang datar serta mimpi hanya bisa dimasukan kedalam sebuah kaleng kosong. Bakat? tiada bakat yang dipunyai oleh remaja ini. Menggambar? cuma sebatas pemandangan anak SD, Menyanyi? ia adalah penyanyi kamar mandi, kemampuan berbahasa? tutur katanya majemuk bertingkat-tingkat, ataupun kecerdasan otak? sudahlah hanya rapot yang menjawab hal tersebut.

Setiap hari hanya memandang takjub orang lain. Mereka bercerita dengan gagahnya, berekspresi dengan liarnya, serta rasa hormat yang mendalam yang mereka terima. Bagi anak kecil rumahan yang tingkah dan terbatas dengan segala hal. Batasan memang selalu ada dan demikian absurd untuk diceritakan pada masa itu.

Waktu perlahan berjalan dan tidak pernah mundur, entah apa yang telah digariskan oleh SANG KUASA memberikan ceritanya sendiri. Detik demi detik yang disyukuri memberikan nikmatnya sendiri. Lambat laun ada sebuah alur untuk mendapatkan itu semua. Mimpi-mimpi yang terdahulu berada di dalam kaleng kosong yang dingin mulai dikeluarkan dan membuat keajaiban. Memberikan warna dan goretan cerita di dalam ketas kosong untuk diceritakan.

Dahulu bermimpi untuk menjadi musisi yang memiliki musik sendiri dan bergaya diatas panggung, namun siapa kita saat ini pun tetap tidak menjadi musisi dan sudahlah itu berlalu. Akan tetapi berdiri dan bergaya diatas panggung? sudah cukup pernah merasakan.

Bertemu dengan orang-orang yang hanya berdiri jauh di depan sana dan hendak digapai oleh ratusan orang lainnya. Kini mereka berada disebalah dan saling berbagi cerita. Bercengkrama, dan bahkan kompilasi.
Pembuatan Dokumentasi Foto Efek Rumah Kaca Live In Lokananta
Dahulu hanya bisa memandang takjub atas karya orang lain, kini perlahan mulai membuat karya sendiri dan orang lain mulai memberikan atensi mereka atas keringat tangan yang bercucuran. Mereka berkomentar dan memberitakan itu kepada teman pencerita mereka. Menjadi buah bibir, pro maupun kontra, dikalangan. Apresiasi yang terjadi memberikan pencerahan.

Mimpi-mimpi yang mulai berdatangan dan tergapai, kini mendatangkan kembali mimpi. Semua kembali bisa digoreskan dan semua hanya berasal dari mimpi. Bermimpilah dan kemudian bangun dari tidurmu. Lanjutkan mimpimu di alam nyata.

Friday, 1 February 2013

From Love 2 Feb. 2013

From Love 2 Feb. 2013
Entah kenapa kalimat ini menjadi sentimentil dan menyentuh. Setelah sebuah kejadian yang terjadi, tampaknya ini menjadi ucapan selamat pagi terindah yang pernah dihaturkan. Akan selalu ada cerita dibaliknya dan nilai kenangan tak kan pernah terukur harganya.

Saturday, 28 July 2012

MRA Media: 1 Bulan Magang

Detik berdenting perlahan menuju masa kini. Sudah satu bulan sudah melaju dari awal dan kini semua terisak gelak tawa. Pernahkah kalian merasakannya? Ini sedang terasa.

Juli hampir berlalu dan satu bulan sudah melangkah bersama tugas kuliah KKK. Ada sebuah perasaan takut dan grogi diawal. Sebuah jet-lag bagaimana nasib disana dan merantau di negeri orang untuk waktu yang cukup lama. Sesungguhnya ini bukanlah hal yang pertama namun ada sensasi sendiri dan mungkin ini adalah sebuah perasaan yang tiada akan terulang kembali.
Ayu - Manda - Nia - Deka (Kiri-Kanan) | Anak Magang MRA Media
Liputan buka bareng Ariel "Peter Pan"
Interview La Luna di I-Radio
Hard Rock FM Bandung
Elmi "Urban" (I-Radio Announcer)
Makan bersama sebelum Ramadhan 2012 karyawan MRA Media
Nama saya Ekawan Raharja, dan saya sebagai Sosial Media di Hardrock FM Bandung dan I-Radio Bandung.

Tuesday, 3 July 2012

Pekerjaan Yang Tidak Pernah Terpikirkan

Jaman dan era semakin canggih, kompleksitas kehidupan kian rumit berliku. Akan ada selalu kelokan dan terjal dalam hidup ini. Begitu pula dengan kebudayaan dan segalanya. Perkembangan teknologi dan segala hal menciptakan sebuah kreasi baru dan luasnya cakrawala kehidupan. Horizon jaman menjadi luas dan tak terhingga, terlalu banyak hal yang belum dipetakan dalam hidup kemudian. Pengalaman dan tantangan adalah solusi mengarungi hal itu semua.

Pekerjaan, sebuah usaha yang terlahir atas keperluan untuk memenuhi sebuah hal dalam suatu bidang. Intinya adalah demikian sungguh. Sebuah bidang yang menurut saya baru dan benar-benar tak terpikirkan adalah sosial media. Menjamah dunia internet dan kemudian hal itu menjadi sebuah bagian usaha yang kini ada.

Hal ini berawal dari magang, sebuah ritual wajib untuk menuju sarjana, di MRA Media  di Bandung. Sebuah perusahaan media penggalak Iradio dan Hard Rock FM. Sebuah wawancara singkat untuk menentukan job desk pun terlontar. Hal pertama yang ditanyakan adalah "suka main twitter?" Sebuah pertanyaan yang cukup out of the box dan diluar perkiraan. Kemudian pertanyaan tersebut dilanjut dengan berapa banyak followers dan jumlah tweets. Setelah di check dan kemudian diputuskan, resmi sudah menjadi anak magang sosial media.
Tweet pertama di account Iradio

Benar-benar diluar dugaan namun seru dan banyak likukan licin yang harus dilewati. Dua bulan bukan waktu yang lama namun semoga kembali sedari Bandung, kehidupan saya semakin licin, ganas, dan dapat menjawab tantangan jaman.

Friday, 22 June 2012

Saya Suka Naik Bus Dalam Kota

Bus Tingkat di era 90' Jakarta
Sebuah judul yang cukup aneh dan lucu. Saya suka naik bus dalam kota. Cukup aneh dan terasa seperti bukan bisanya. Akan tetapi demikianlah adanya dan memiliki cerita tersendiri. Sangat sederhana dan ketika dipikirkan saat ini, cerita tersebut akan selalu berkesan untuk pribadi dan selamanya.

Masih teringat jelas di umur saya 5 tahun dan menggunakan kaos bergambar Mickey Mouse, saya menaiki Bus Damri untuk terakhir kali di Jakarta. Ketika kecil, saya adalah tipe orang yang suka sekali berpergian dan selalu ikut ketika kedua orag tua saya akan pergi. Bahkan menerjang kerumunan Mangga dua dikala penuh sesak pun teramini. Kondisi bus patas yang kotor, panas, serta ramai sudah menjadi makanan sehari-hari dikala itu. Ramai disiang yang panas menuju Kawasan Gunung Sahari, semakin menjadi tak kala seorang anak kecil, mungkin sekitar 3-4 tahun, menangis tak henti-henti. Bahkan seketika bus sudah berjalan selama 15 menit pun, isak tangis tersebut tak kunjung reda. Sang ibu pun tampak mencoba menenangkan anaknya yang sedari tadi menangis dan kian menjadi. Tak lama kemudian bus berhenti cukup lama, mungkin sedang ngetem untuk mencari penumpang seperti biasanya, namun kali ini tiada penumpang yang masuk dan kondektur bus pun tampak tak acuh dengan berhentinya bus ini. Beberapa lama kemudian naik seorang bapak tua, yang  akhirnya saya ketahui bahwa beliau adalah supir Bus Damri yang saya tumpangi, dan mendatangi anak kecil yang menangis tersebut. Bapak tesebut mengeluarkan sebuah pembalut luka dan kemudian memasangkan kepada jari anak kecil yang menangis sedari tadi. Bapak tersebut bilang barusan turun dan membeli pembalut luka di warung karena dikasih tahu kernetnya bahwa si anak kecil ini menangis karena jarinya terluka dan berdarah. Seketika dalam hati berkata "bapak supir itu kok baik banget dan keren." Semenjak itu saya lebih suka naik kendaraan umum ketika berpergian agar bisa melihat bapak itu lagi.

Entah kenapa kejadian sederhana tersebut terasa dramatis dan penuh dengan tendensi humanisme. Saya seakan tersihir akan moment tersebut dan apa yang bapak supir bus tersebut lakukan. Tak terdeskripsikan dengan kata-kata bagaimana mengekspresikannya. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan menggoreskan di hati. Tiada maksud khusus dalam tulisan ini hanya ingin berbagi cerita dan mungkin moment ini menjadi salah satu perjalanan hidup saya yang membentuk saya.

Friday, 27 April 2012

Saya Rindu ...

Saya rindu akan sebuah kegiatan yang mendadak saya sukai. Menyegamakan jemari halus ini dengan kerasnya keyboard dan memperkosa indera pengelihatan ini dengan sinar-sinar yang memilaukan mata. Lama sudah tidak melacurkan diri dan imajinasi serta keluh kesah hidup ini. Saya terpenjara oleh rutinitas penumpulan daya kreasi dan berkubang dengan lebatnya sebuah perasaan cinta.

Beberapa bulan sudah jiwa dan pikiran ini terkunci tidak bisa merasakan senang-senang. Jangankan bersenang-senang ditengah gegap gempira keriaan hingar bingar soundsytem, bahkan untuk menulis saja sebuah paksaan yang tertuang. Layaknya masturbasi yang mengeluarkan sperma dengan paksa dan manipulasi daya rekam otak, bahkan dalam menulis pun tidaklah seperti biasa. Kreativitas bukanlah hal yang diagungkan dan imajinasi tidak seliar apa yang dingingkan. Semua palsu dan menguras daya cinta saya akan mengetik. Butuh geliat dan rangsangan awal untuk kembali pada pijakan awal, menulis dengan passion dan hasrat!
Muka tak rupawan namun ekspresi harus selalu liar!
Biarkan saya kembali pada gairah saya, biarkan saya melajurkan hati dengan apa yang saya cinta, dna biarkan saya memeluk hangat semua yang terkasih. Hampir senggang waktu yang lama, Absurd and Abstrak tidak saya perhatikan dan saya isi dengan apa yang menjadi hati saya. Biarkan ini dimulai dengan awal yang baru dan tetap menjadi liar tak terkendali tanpa yang mengatur.

Thursday, 12 April 2012

Friday, 9 March 2012

House of Horror Zine #1: Ini Adalah Seni

Sudah tahunan menulis untuk media, dan berbagai media telah tergoreskan. Menulis untuk berbagai media macam untuk electronic, internet, bahkan cetak sudah pernah. Akan tetapi baru sekali dalam hidup, sebuah tuntutan kata demi kata yang dikaitkan dan tertuang untuk media cetak sampai tersentuh oleh jemari kecil yang tak terbiasa untuk bekerja. House of Horror Zine #1 rilis dan mari kita semua mengucap syukur!

Sebuah kejutan untuk menghela nafas dikala hujan menjadi peneman laju kendaraan menuju peraduan. Tergolek sebuah paket di atas ranjang yang sepi. Kiriman dari teman-teman House of Horror yang berupa bacaan berseni. Full seni grafis atau apalah kalian ingin menyebut namun saya akan menyebut ini adalah benda yang berisikan full seni.
House of Horror Zine #1 + Poster + Stiker + 2 pcs gambar berwarna
Artikel Answer Sheet
Artwork sederhana Bangkutaman
Artwork

Friday, 6 January 2012

Ambisi dan Cinta

Jabatan adalah 1 dari 3 hal yang diingingkan oleh manusia. Menempati sisi derajat yang tinggi membuat status sandang kian mentereng dan mewah. Sebuah prestisius berserta tanggung jawab yang dibalut dalam sebuah status sosial menjadikan sebuah kebanggan dan kenikmatan dari 3 hal. Promosi ataupun dipercayakan sebuah jabatan tertentu merupakan sebuah kehormatan dan apresiasi atas apa yang ditekuni selama beberapa waktu. Kinerja dan semangat menjadi sebuah tolak ukur untuk mendapatkan promosi kehormatan ini. Sebuah kenyataan bahwa apa yang kita lakukan mendapat perhatian dan cukup mencuri perhatian beberapa kalangan, meskipun terkadang senyum seringai dan sindiran ketus mengiringi. Untuk manusia pada umumnya tentu saja semua ingin menyandang sebuah status balutan pangkat yang megah dan mumpuni. Terkadang pangkat dan jabatan menjadi sebuah obsesi tersendiri dalam tujuan hidup dan bekerja.

Akan tetapi bagaimana dengan segelintir orang yang memang cinta akan apa yang mereka miliki dan mereka sandang. Tak berpikir apa yang dikenakan merupakan status terbaik dan tertinggi atau pun sebuah apresiasi yang besar atas ekspetasi orang lain. Semangat atas sebuah landasan suka merupakan jawaban atas cinta yang didedikasikan untuk sebuah hal yang sudah kita sandang. Hal ini buka dikarena sebuah aroganisme ketidakmampuan ataupun ketidakcintaan untuk sebuah isi yang lebih besar. Menjaga passion dan berjalan diatas sebuah keikhlasan menjadi awal langkah untuk melaksanakan tanggung jawab yang disandang. Semua awal dari promosi dan peningkatan status sosial berdasarkan kinerja yang tulus dan kontribusi yang nyata, kemudian sambutan ekspetasi ataupun apresiasi orang datang untuk sebuah tanggung jawab lebih. Kehormatan atas hal demikian namun cinta dan passion tak pernah bisa dipaksa ketika itu tidak sejalan.

Maafkan saya kemarin hari menolak untuk sebuah jabatan tersebut. Bukan saya tak ingin berbakti ataupun menanggapi sebuah kehormatan yang telah diberikan namun ini lebih kepada passion dan beberapa sumpah yang telah saya ambil sebelumnya. Demi apapun segenap semangat dan jiwa saya untuk sebuah organisasi yang telah membesarkan saya dan tidak diragukan; namun akan ada orang yang lebih bersemangat untuk menerima kehormatan tersebut. Saya mohon maaf karena saya sangat cinta akan status sandang saya sebagai Kadiv. Music Director di Fiesta FM. General Manager merupakan kehormatan tertinggi namun passion saya bukanlah disana namun jujur sesungguhnya passion saya hanya untuk dunia music, broadcasting, dan Fiesta FM. Saya pun akan membangun Fiesta FM dengan tangan saya dan porsi saya.
Hanti Kuspriyani (the Latest GM) and Dhimas Aryo S. L. (Ex-GM)

*Note: Selamat untuk Hanti Kuspriyani, your're the star and our leaders

Monday, 21 November 2011

Saya, Tim Nasional Sepak Bola, dan Nasionalisme

Ketika membahas nasionalisme, untuk beberapa orang akan bilang "Fuck You, Ekawan!" Jelas sudah menjadi sebuah label oleh beberapa orang disekitar saya bahwa, saya adalah Kafir. Kafir terhadap tumpah darah saya dan negara yang mengisi jalur darah setiap mili. Apatis menjadi sikap dingin dalam cara saya menghadapi hampir disemua perdebatan politik dan hal-hal seputar Bangsa Indonesia. Saya kafir yah memang begitu adanya namun bukan berarti saya membenci bangsa kelahiran saya. Setidaknya ada 3 hal yang masih membuat saya memiliki keterikaan terhadap Indonesia, yakni; matahari, wanita, dan sepak bola.

Sepak Bola, entah kenapa cabang olahraga ini memiliki sebuah magnet ajaib didalamnya. Ketika logika berjalan, Tim Sepak Bola Indonesia sudah lama puasa gelar, ricuh, calo, dan PSSI yang tak becus mengurusi cabang olahraga ini. Secara permainan pun juga pas-pasan, kadang bermain bagus dan kadang bermain buruk. Bisa dibilang tak ada hal yang bisa dibanggakan dari sebuah tim yang sarat akan dukungan. Akan tetapi sekali lagi saya jatuh cinta akan Tim Sepak Bola Indonesia, sebuah tim yang selalu membuat saya kecewa ketika kalah dan membuat tersenyum ringan ketika menang. 1 hal yang jelas dan membuat saya jatuh cinta adalah semangat dari Tim Sepak Bola Indonesia. Meskipun tahu dengan kemampuan yang pas-pasan, lawan yang sulit, serta tradisi Sepak Bola yang bisa dibilang kian menurun, namu para punggawa tim nasional ini selalu berjuang sepenuh hati berlari, menendang, dan terjatuh. Banyak yang melihat sebelah mata Tim Sepak Bola Indonesia, namun sesungguhnya mereka tak bisa merasakan semangat yang mereka junjung. Semangat pantang menyerah menjadi sumber semangat dalam kehidupan saya dan panutan saya dalam nasionalisme.

Yah segitulah tentang saya, sepak bola, dan nasionalisme. Buruk? yah memang buruk namun setidaknya ini adalah satu dari tiga hal yang saya banggakan dari Indonesia. Tim Sepak Bola dan semangat juang sampai titik darah penghabisan.

"You can't choose your team, it's given by God" - Antony Sutton

Thursday, 10 November 2011

Pahlawan

Berbagai defini bebas terucap untuk mendeskripsikan kosakata Pahlawan. Setiap orang dan setiap pengalaman memiliki hak untuk menciptakan bagaimana kata pahlawan memiliki posisi pada benak disetiap orang-orang. Tiada kesamaan dalam memposisikan pahlawan tak menjadi masalah ketika semua memang memiliki persepsi masing-masing. Tiada kebenaran tunggal mengenai hal ini.

Bagi saya, pahlawan bukan hanya sekedar sosok yang heroik dan gagah berperang ditengah kecamuk perang ala holywood. Mengangkat senjata di medan laga menuju cita-cita dengan tangis darah. Sosok tangguh dan luar biasa yang membuat saya tumbuh berkembang menikmati laju keras kehidupan. Berkarakter dan sungging senyum yang memang tergurat indah dalam hati dan kenangan abadi. Mendidik bagaimana hidup mandiri, disiplin, dan orang yang selalu mendukung cucunya yang bengal ini. Yes, You're my hero (Alm.) H. Ibrahim!


Mungkin, beliau bukan hanya pahlawan bagi saya sendiri namun menjadi pahlawan bagi setiap orang yang mengenal beliau. Sikapnya yang terkesan galak dan disiplin menunjukan bagaimana garam yang ditelannya memang sangat asin hingga sepat. Merantau dari Tanah Rencong menuju Sunda Kelapa soerang diri bukanlah hal yang mudah. Akan tetapi, dibalik sikap kakunya tersebut, terselip sebuah perasaan yang memang pantas untuk menyematkan dirinya sebagai pahlawan oleh orang-orang yang mengenal beliau. Lupakan seberapa banyak harta yang dipunya, setinggi apa jabatan yang dipangku, atau sekuat apa berteriak namun tetaplah beliau adalah sosok yang rendah hati dan bersahaja.

Mengenal beliau? mungkin tanpa pertolongan beliau, saya tak bisa mengguratkan tinta-tinta kelam di dunia ini. Menjadi anak kecil yang bengal dan selalu merusak apa yang ada adalah masa kenangan yang terlukis di Drompol 22. Vas bunga, kaca jendela, meja, kursi, bahkan televisi dirumah beliau sudah menjadi korban kebengalan saya sampai 5 tahun. Bisa dibilang secara kasar, beliaulah salah satu sosok yang memberikan asupan gizi dan moral-moral melalui tangannya yang kekar meskipun diusia senja. Bahkan ketika beliau sampai pada akhir hidupnya, beliau selalu mengajarkan cucunya tentang moral, semangat, dan tetap rajin belajar. Sebuah penyesalan terbesar saya adalah, saya tak sempat mengucap pamit ketika nafas terakhir dihembuskan. Namun saya peracaya, meski jasadnya telah tiada, beliau akan selalu ada di jiwa saya untuk selalu menjadi pahlawan hidup saya.
Selamat hari pahlawan, dan saya rindu akan padamu, kek!

Sunday, 2 October 2011

Ketika Mahluk Diskonek Menginvasi Komunikasi FISIP UNS

"mahkluk diskonek menginvasi Fisip. komunikasi UNS !"

saat ini berita itulah yang menghiasi hari-hari Ekawan Raharja. Dirinya tidak menyangka kalau tebakan berhadiah formulir SNMPTN-nya tembus tetapi salah sasaran. Terlintas dibenaknya, apa yang mesti dilakukan pada saat itu setelah tebakan SNMPTN-nya mengenai sasaran orang lain. Bingung 7 langit apa itu komunikasi.

Jangankan berkuliah di Fisip. Komunikasi, untuk berkomunikasi saja manusia ini sangatlah susah. Tak banyak orang yang mengerti tata bahasa dan EYD yang di gunakan dari mana. Berbicara sekenanya tanpa memikirkan artinya. Mulutnya adalah tong sampah. Kata-kata yang di gunakan pun tak lazim seperti manusia awam lainya.

Saat ini Ekawan Raharja masuk ke Fisip. Komunikasi UNS. Entah berantah apa nasib dari pada UNS terutama Fisip. Komunikasi saat menerima mahluk tidak jelas lagipun berbentuk abstrak ini.
Photo by: Muhammad Zain Iskandar
Semoga UNS tetap ada dan Fisip. Komunikasi tidak di bubarkan karena mahkluk diskonek menginvasi Fisip. Komunikasi UNS




TULAIT..TULALIT..TULALIT..
(sebuah tulisan dari note facebook Monday, 03 August 2009 at 03:46)

Saturday, 20 August 2011

Dunia Seluas Cakrawala Pikiranmu

Terkadang manusia menggangap bahwa dunia ini terlalu sempit. Mungkin bisa dibilang demikian ketika bahwasanya anda bertemu dengan rutinitas dan berkecamuk pada dunia yang monton. Dunia perkuliahan yang membosankan, rutinitas yang sempit, pertemanan yang sempit, serta merta alternatif dunia yang akan dilangkahkan menuju angan dan pikiran melangkah.

Dan saat ini, gw merasakan sebuah dunia yang sempit, takut akan kehilangan, serta merasa paranoid akan kesepian yang kian lama terasa dingin dan mencekam relung hati. Awal dari sebuah tengah kehidupan seakan mencekam dan membuat gw merasa siap mati dengan rutinitas ini semua. Gw merasakan bahwa mungkin saya akan kehilangan arah ketika melepaskan diri dari sebuah pertemanan yang selama ini dibina dan dilangkahkan bersama. Entahlah antara gw sendiri takut atau sudah terbiasa dengan jalur nyaman yang biasa telah gw jalankan ketika menjalankan semua kebiasaan selama hati dalam ini. I'm week and sucks ketika lepas dari mereka. Bisakah gw melangkahkan kaki kedalam dunia yang baru ini?

Semua pikiran risau tak bertuan ini sebenarnya adalah kesalahan ketika gw melepaskan pakem hidup yang sudah biasa gw lakukan seumur hidup gw. Selalu dan selalu mendapatkan dunia baru dalam rentang interval tahun. Salah satu efek buruk yang luput dari pertimbanan ketika memulai ini adalah memilih UNS sebagai gerbang kehidupan gw ini. Luput dalam perhitungan kemudian dikalkulasikan dengan efek-efek minus lainnya membuat gw merasa dalam dunia yang stagnan, sempit, monoton, dan sangat membosankan bagi gw pribadi. Entah ini akan berlangsung dalam berapa lama namun gw berharap ini segeralah berakhir sehingga gw bisa memperluas dunia gw dan memperluas cakrawala pikiran yang bersemayam dalam otak kosong yang tak terisi ini

Monday, 15 August 2011

Dear Nancy - Ordinary Friends

Friends just come and go
What they thought we'll never know
I just wanna be, they were here sit next to me

But I know 
They we're gone
Away from here
And disappear

Friends just come around
Like a ceiling on the ground
I just wait and see, hope they want to come with me

But I know
I was wrong
Sing this song
But they're gone

I don't know where I'm going to go
Should I sit back and let it flow

Hope everything just like the past
We're sharing, smiling till the rest

*untuk mereka yang melupakan teman dan bentuk ketidakpercayaan saya terhadap persahabatan

Thursday, 4 August 2011

Tuhan Tahu Akan Segalanya: The Gift From Pure Saturday

Sebuah eksperimen terhadap sebuah daya ingat, ketidak ingin repotan membalas pesan, serta mengabadikan 15 tahun. Sebuah tujuan saya menghilangkan tanggal lahir dari semua jejaring sosial dan dunia maya. Mencoba daya ingat seseorang, sudahkah saya terlupakan, masihkah ada yang ingat siapa saya, dan masih pedulikah mereka dengan saya? sebuah tujuan dalam eksperimental dalam menghilangkan tanggal lahir. Tidak ingin repot dalam membalas berbagai pesan yang orang-orang akan ucapkan di dunia maya? well, kalian pasti merasakan bagaimana bila kalian bajir pesan dengan ucapan selamat ulang tahun. Ketika tidak membalas hati terasa sanggup membiarkan komunikasi 1 arah terjadi tanpa membalas, ketika membalas segan hati untuk membalas ratusan pesan yang masuk. Dan mengabadikan 15 tahun? Saya berharap saya akan selalu berada di 15 tahun. Ketika semangat masih menjadi sumbu yang sangat panas untuk menggerakan semua, badan yang selalu siap untuk berkelana, serta dunia yang masih simple membuat dunia terasa indah meskipun tak seutuhnya indah. Kelak itu memang terjawab semua serta sebuah rahasia pun terbuka. Sebuah hal yang tak terkira, kado terindah di umur 20 tahun dari atas sekian tahun tak pernah mendapat kado.
Berawal ketika moment Java Rockingland 2011 kemarin ini, dimulailah sebuah cerita dimana saya mulai bercengkrama dengan Pure Saturday. Sudah sepekan lewat untuk pertama dalam hidup bisa menyaksikan salah satu band legendaris Indonesia. Entahlah masih terngiang sampai detik ini, ketika tulisan ini di buat, dentuman lagu "Di Bangkutaman" dibawakan oleh mereka. Ternyata tuhan masih mempunyai sebuah kejutan lagi untuk saya.

Tanggal 29 Juli 2011 berawal dari sebuah keisengan untuk bermain tebak lagu di Twitter, sudah menjadi sebuah hobi saya untuk menebak penggalan lirik yang siap untuk ditebak judul lagunya. Antara becanda, seru-seruan, dan penasaran dimulailah untuk menebak penggalan lirik yang Pure Saturday adakan. Sampai pada lagu bait lirik terakhir "no sleep at all, carry me home, won't you take me here" yang merupakan penggalan dari lirik Insomniac (Echobelly). Sedikit terkejut karena ternyata pada tebakan lagu ini berhadiah kaos merch. Pure Saturday and I'm the lucky person that day. Senang, terharu, girang, dan pastinya terkejut bisa mendapatkan hal itu.

3 Agustus 2011, seperti biasa baru bangun pukul 12.00 ketika Adzan Zuhur berkumandang. Sedikit tidak bisa tidur malam harinya dengan cuaca yang cukup aneh dikamar. Tergeletak sebuah bungkusan coklat di meja komputer dan ternyata kaos hadiah itu benar sampai di ke Solo.
Mungkin nilai material yang berada di kaos ini tidaklah seberapa bagi banyakorang namun bagi saya pribadi ini adalah pemberian yang luar biasa. Sebuah kado untuk umur 20 tahun, setelah sekian lama tak ada yang memberi kado jelaslah nilai yang sangat berharga. Tuhan membukakan sebuah rahasia untuk saya dan masih memberikan rezeki bagi saya. Secara kasar memang ini adalah buah tangan dari kawan-kawan Pure Saturday, namun semua ini tak akan terjadi bagi kuasa ALLAH SWT. Tak banyak memang yang mengingat kapan hari ulang tahun saya namun ALLAH SWT. selalu mengingat tiap detail umatnya dan IA memberikan ini kepada saya.
TUHAN TIDAK PERNAH LUPA, TUHAN TIDAK PERNAH TERTIDUR, DAN TUHAN TAHU AKAN SEGALANYA

Saturday, 9 April 2011

Batik Trans Solo dan Indahnya Pagi

9 April 2011 adalah suatu hari dimana gw kembali bangun pagi dan menikmati pagi. Biasanya gw bangun pagi, mandi, makan, berurus dengan persiapan kuliah, balapan dengan si hitam, dan masuklah pada ruang kelas. Ini pertama kalinya setelah entah berantah kapan gw terakhir kali memperhatikan pagi dengan seksama. Hari ini gw bisa menikmati menikmati pagi karena pagi ini gw harus mengikuti malam pengakraban dengan crew 107.7 Fiesta Fm. Sebuah radio kampus berbahaya dan sangat militan, sangat layak untuk anda dengarkan ketika ada disekitar Universitas Sebelas Maret.

Pagi ini gw bangun seperti biasa, tetap dengan keadaan telat bangun. Janji pukul 08.00 kumpul, 07.15 gw baru terjaga dari tidur gw yang singkat. Lanjut mandi dan bla bla bla sampai pada akhirnya jalan keluar rumah pukul 07.30. Saat itu sedikit berbeda karena gw gak bawa motor dan sangat indah sekali pagi hari tak sedang bersama si hitam. Menuju UNS kali ini, gw menggunakan transportasi umum yang pertama kali gw naiki yakni Trans Batik Solo. Yeah, it's like another busway in Yogyakarta or in Jakarta namun yah pelayanannya sangat jauh dari standar. Tak masalahlah dengan pelayanan yang tak maksimal karena sudah menjadi rahasia umum bahwa kendaraan umum memang tak ada yang maksimal. Duduk di bangku paling belakang sebelah kanan dan langsung menyalakan Ipod sebagai soundtrack perjalanan kali ini. Tersadar gw bahwa langit sangat biru dan awan yang mengumpal membundel dengan bulat di angkasa. Sangat kontras dengan atap-atap bangunan di Kota Solo yang cukup klasik bernuansa kontemporer. Tersadar bahwa ini sangat indah bagi bola mata gw dan inilah salah satu wujud kekuasaan ALLAH SWT. Setiap pagi gw ternyata melewati ini, sebuah pemandangan sehari-hari yang sangat simple namun kita lupakan. Terlalu sibuknya akan hal-hal besar dan berbahaya membuat kita terlena akan hal-hal kecil tersebut dan melupakaan itu semua. Sebuah keindahan yang tiap hari bisa kita rasakan dan nikmati namun kita menyianyiakan moment tersebut. 

Semoga dengan ini gw makin jeli dengan hal-hal disekitar gw dan kian bersyukur gw dengan apa yang diberikan oleh ALLAH SWT terhadap diri gw.