Showing posts with label Pure Saturday. Show all posts
Showing posts with label Pure Saturday. Show all posts

Thursday, 1 March 2012

Lighthouse: Sebuah Bocoran Untuk Album Terbaru Pure Saturday

Pure saturday || klik this pict. to hear "Lighthouse"
5 tahun sudah semenjak Pure Saturday merilis album Time For A Change, Time To Move On, hampir saja Pure Saturday tak menghasilkan sesuatu yang baru. Namun penantian Pure People, sebutan bagi penggemar Pure Saturday, akan karya-karya baru Pure Saturday tak kunjung meredup untuk karya-karya atas band indie legendaris asal kota Bandung tersebut. Akan tetapi penantian para Pure People akan terbayar tampaknya pada tahun 2012 ini. Pure Saturday baru saja merilis single terbaru mereka yang berjudul Lighthouse yang menjadi andalan mereka di album mereka mendatang Grey Album.

Lagu lighthouse ini diakui oleh Pure Saturday sebagai perkawinan atas sound Genesis dan Pure Saturday. Yudhistira “Udhi” Ardinugraha, drummer Pure Saturday, membuat lagu ini ketika dirinya sedang dikuasai oleh lagu-lagu dari Genesis. Untuk sound Pure Saturday masih seperti biasa, yakni dengan petikan dua gitar merdu yang saling mengisi, perubahan ritme yang tak tertebak, melodi vokal yang langsung menempel di kepala, dan lirik yang kontemplatif. “Lagu ini diibaratkan theme song mau memulai hari. Tujuannya jadi penyemangat,” kata bassis Ade Purnama, yang menulis liriknya.

Sedangkan untuk Grey Album sendiri, gitaris Adhitya “Adhi” Ardinugraha membocorkan bahwa album ini akan menjadi album yang paling pop dari Pure Saturday. Beberapa tahun perjalanan mereka belakangan ini dan yang sempat menyaksikan aksi Pure Saturday akhir-akhir ini, dinilai Adhi akan mengetahui letak dimana perbedaan Grey Album dengan album-album sebelumnya. Akan tetapi Satria Nurbambang alias Iyo sang vokalis menilai album ini tak akan membuat Pure People terhenyak. “Kalau kata saya, auranya seperti album Elora. Misalnya khatam album Utopia, kayaknya tidak (kaget). Tidak bakal mempertanyakan itu,” kata Iyo.

Sudah 18 tahun Pure Saturday berkarya dan telah terjadi banyak perubahan. Baik perubahan dengan dunia musik Indonesia ataupun perubahan dalam tubuh internal Pure Saturday sendiri. 18 tahun bukanlah waktu yang sebentar dan perlu sebuah usaha yang besar untuk  menjalankan itu semua. Akan tetapi Pure Saturday tetaplah menjadi Pure Saturday. Sebuah band dengan hasrat yang sama semenjak 1994, hasrat untuk berkarya dan bersenang-senang. Lighthouse menjadi sebuah pembuktian bagaimana Pure Saturday menjalankan hasrat mereka dan sebuah oase bagi kita semua, terutama Pure People yang selalu bersenang-senang bersama Pure Saturday selama 18 tahun ini.

*tulisan ini dimuat juga oleh Dean Street Billy's & Review Bastard

Thursday, 4 August 2011

Tuhan Tahu Akan Segalanya: The Gift From Pure Saturday

Sebuah eksperimen terhadap sebuah daya ingat, ketidak ingin repotan membalas pesan, serta mengabadikan 15 tahun. Sebuah tujuan saya menghilangkan tanggal lahir dari semua jejaring sosial dan dunia maya. Mencoba daya ingat seseorang, sudahkah saya terlupakan, masihkah ada yang ingat siapa saya, dan masih pedulikah mereka dengan saya? sebuah tujuan dalam eksperimental dalam menghilangkan tanggal lahir. Tidak ingin repot dalam membalas berbagai pesan yang orang-orang akan ucapkan di dunia maya? well, kalian pasti merasakan bagaimana bila kalian bajir pesan dengan ucapan selamat ulang tahun. Ketika tidak membalas hati terasa sanggup membiarkan komunikasi 1 arah terjadi tanpa membalas, ketika membalas segan hati untuk membalas ratusan pesan yang masuk. Dan mengabadikan 15 tahun? Saya berharap saya akan selalu berada di 15 tahun. Ketika semangat masih menjadi sumbu yang sangat panas untuk menggerakan semua, badan yang selalu siap untuk berkelana, serta dunia yang masih simple membuat dunia terasa indah meskipun tak seutuhnya indah. Kelak itu memang terjawab semua serta sebuah rahasia pun terbuka. Sebuah hal yang tak terkira, kado terindah di umur 20 tahun dari atas sekian tahun tak pernah mendapat kado.
Berawal ketika moment Java Rockingland 2011 kemarin ini, dimulailah sebuah cerita dimana saya mulai bercengkrama dengan Pure Saturday. Sudah sepekan lewat untuk pertama dalam hidup bisa menyaksikan salah satu band legendaris Indonesia. Entahlah masih terngiang sampai detik ini, ketika tulisan ini di buat, dentuman lagu "Di Bangkutaman" dibawakan oleh mereka. Ternyata tuhan masih mempunyai sebuah kejutan lagi untuk saya.

Tanggal 29 Juli 2011 berawal dari sebuah keisengan untuk bermain tebak lagu di Twitter, sudah menjadi sebuah hobi saya untuk menebak penggalan lirik yang siap untuk ditebak judul lagunya. Antara becanda, seru-seruan, dan penasaran dimulailah untuk menebak penggalan lirik yang Pure Saturday adakan. Sampai pada lagu bait lirik terakhir "no sleep at all, carry me home, won't you take me here" yang merupakan penggalan dari lirik Insomniac (Echobelly). Sedikit terkejut karena ternyata pada tebakan lagu ini berhadiah kaos merch. Pure Saturday and I'm the lucky person that day. Senang, terharu, girang, dan pastinya terkejut bisa mendapatkan hal itu.

3 Agustus 2011, seperti biasa baru bangun pukul 12.00 ketika Adzan Zuhur berkumandang. Sedikit tidak bisa tidur malam harinya dengan cuaca yang cukup aneh dikamar. Tergeletak sebuah bungkusan coklat di meja komputer dan ternyata kaos hadiah itu benar sampai di ke Solo.
Mungkin nilai material yang berada di kaos ini tidaklah seberapa bagi banyakorang namun bagi saya pribadi ini adalah pemberian yang luar biasa. Sebuah kado untuk umur 20 tahun, setelah sekian lama tak ada yang memberi kado jelaslah nilai yang sangat berharga. Tuhan membukakan sebuah rahasia untuk saya dan masih memberikan rezeki bagi saya. Secara kasar memang ini adalah buah tangan dari kawan-kawan Pure Saturday, namun semua ini tak akan terjadi bagi kuasa ALLAH SWT. Tak banyak memang yang mengingat kapan hari ulang tahun saya namun ALLAH SWT. selalu mengingat tiap detail umatnya dan IA memberikan ini kepada saya.
TUHAN TIDAK PERNAH LUPA, TUHAN TIDAK PERNAH TERTIDUR, DAN TUHAN TAHU AKAN SEGALANYA

Tuesday, 26 July 2011

Pure Saturday: Kesenangan Di Hari Sabtu!

Band pop indie legendaris asal Bandung, Pure Saturday, sukses menarik atensi para penonton di Java Rocking Land 2011 hari ke-2. Bermain pada schedule paling akhir di J.U.M.P. Stage tak mengurangi animo para penonton untuk menyaksikan salah satu pioner musik indie di Indonesia. Luar biasa dan sungguh penuh dengan kesenangan yang dihadirkan oleh band Pure Saturday.

Pure Saturday memulai aksinya pukul 00.15, telat 15 menit dari jadwal yang ditentukan, membuat band pop ini cukup laris dikunjungi oleh para hadiri Java Rocking Land 2011. Mereka bermain disaat The Cranberries membawakan "dreams" yang merupakan lagu terakhir dari set list mereka. Satrio CS membawakan "Buka" sebagai lagu pertama kalian sekaligus beer di tangan sebagai tanda saatnya untuk menikmati malam itu. Serasa sudah menjadi bagian dari diri disetiap penonton, "Buka" langsung disambut oleh koor masal para penonton yang rata-rata sudah bukan anak belasan tahun.
Satrio NB
Terbentuk pada tahun 1994 dengan formasi saat ini Satria NB (vokal, gitar), Aditya Ardinugraha (gitar), Yudistira Ardinugraha (drum), Ade Purnama (bass), dan Arief Hamdani (gitar) tetap menjadi primadona di acara Java Rocking Land disetiap panggungnya. Terbukti dengan 3 kali penyelengaraan festival rock terbesar se-Asia Tenggara ini, Pure Saturday selalu hadir mengisi panggung-panggung yang disediakan oleh panitia.

Set List Java Rocking Land 2011
Menggebrak J.U.M.P. Stage dengan lagu-lagu lawas terbukti dapat membangkitkan adrenalin crowd untuk selalu mendekat dan menambah masa. Kemudian, secara pribadi, set list ke-4 dibawakan "Di Bangkutaman" yang notabanennya adalah lagu requestan saya pribadi membuat para penonton pecah dan berteriak dengan lantang seolah mereka sudah lama tak bertemu dengan Pure Saturday. Pada kesempatan kali ini pun, Pure Saturday membawakan banyak lagu baru mereka. "Kita memang sedang melakukan banyak hal dengan lagu-lagu baru sehingga semoga saja tahun ini bisa rilis album baru, atau kalo tidak yah di tunggu saja tahun depan lagi." ujar Satria sambil berseloroh. Pagi itu 24 Juli 2011, Pure Saturday menutup aksi mereka dengan "Kosong" sebagai senjata pamungkas mereka. Semua berdansa, semua berkaraoke, semua berteriak, dan semua melepas kesenangan mereka.

Seperti namanya, Pure Saturday, mereka tahu bagaimana caranya bersenang-senang diakhir pekan. Menghadirkan aksi panggung yang bersahaja, dekat crowd, serta kelakuan Satria yang mengundang gelak tawa disambut riuh para Pure People (sebutan para fans Pure saturday). Tak salah ketika memberi nama band ini Pure Saturday, mereka selalu tahu bagaimana cara bersenang-senang di hari Sabtu.


Note:
Ini pertama kali gw nonton Pure Saturday dan terima kasih telah membawakan lagu request-an saya di twitter "Di Bangkutaman".