Showing posts with label Bangkutaman. Show all posts
Showing posts with label Bangkutaman. Show all posts

Friday, 9 March 2012

House of Horror Zine #1: Ini Adalah Seni

Sudah tahunan menulis untuk media, dan berbagai media telah tergoreskan. Menulis untuk berbagai media macam untuk electronic, internet, bahkan cetak sudah pernah. Akan tetapi baru sekali dalam hidup, sebuah tuntutan kata demi kata yang dikaitkan dan tertuang untuk media cetak sampai tersentuh oleh jemari kecil yang tak terbiasa untuk bekerja. House of Horror Zine #1 rilis dan mari kita semua mengucap syukur!

Sebuah kejutan untuk menghela nafas dikala hujan menjadi peneman laju kendaraan menuju peraduan. Tergolek sebuah paket di atas ranjang yang sepi. Kiriman dari teman-teman House of Horror yang berupa bacaan berseni. Full seni grafis atau apalah kalian ingin menyebut namun saya akan menyebut ini adalah benda yang berisikan full seni.
House of Horror Zine #1 + Poster + Stiker + 2 pcs gambar berwarna
Artikel Answer Sheet
Artwork sederhana Bangkutaman
Artwork

Saturday, 26 November 2011

Bangkutaman: Balaikambang Taman Sesungguhnya

Grup Folk asal Jakarta, Bangkutaman, kembali menyapa para penggemar musik cutting edge Kota Solo. Tak terasa hampir 2 tahun kedatangan mereka terakhir pada acara Jangan Marah Record Tour, kini Bangkutaman kembali unjuk gigi. Masih dengan nuansa yang sama namun perbedaanya ini adalah mereka datang setelah merilis Ode Buat Kota yang menjadi album ke-3 mereka.

Bangkutaman membuka pertunjukan dengan melantunkan Alusi. Cukup banyak yang menyanyikan dan tak tampak panas menghalangi niat para penggemar Bangkutaman untuk maju merapat. Lagu ini serasa mengingatkan kita untuk tidak sombong dan merasa diri kita adalah kebenaran tunggal.

Usai Alusi dan Bang Wahyu Nugroho alias Acum bercerita ini adalah pertama kali Bangkutaman tampil ditengah taman yang benar-benar taman. "Ini nih taman, pohon-pohonnya rindang dan rumputnya banyak yang hijau ..." ujar vokalis yang selalu menggunakan penutup kepala ketika sedang tampil bersama Bangkutaman.

Dan untuk menutup atraksi mereka yang kurang lebih berdurasi 30 menit, Bangkutaman menyanyikan lagu Catch Me When I Fall yang dimedley dengan Ode Buat Kota. Kontak paduan saran terbentuk melantunkan dua lagu andalan dari bangkutaman ini. Terasa dengan hikmat bagaimana kedua lagu ini dinyanyikan dan benar-benar terasa keintiman dari setiap penonton.

Meski Bangkutaman on stage pada pukul 13.00 namun mereka tetap tampil dengan maksimal meskipun terasa nanggung bagi penonton karena mereka hanya tampil dengan membawakan sekitar 5 lagu dari album Ode Buat Kota. Saya sendiri menunggu She's Burn The Disco dan Satelit namun apa daya waktu yang diberikan panitia benar-benar pelit. Akan tetapi setidaknya mendingan ketimbang tidak sama sekali. Semoga Lekas rampung album ke-4 dan kembalilah ke taman yang akan menyambut kalian.
Bangkutaman

Dedyk E. Nugroho

Mada

Wahyu Nugroho

J. Irwin