30 Oktober 2010, Slank sedang konser di Solo dan gw sedang bermalam minggu dengan beberapa teman-teman lama. Gw mengakhiri malam minggu ini lebih awal karena ada keperluan yang cukup berbahaya. Jam tangan waktu itu menunjukan pukul 11.15 WIB. Ketika sedang melewati daerah konser Slank di Stadion Sriwedari, seperti biasa para Slankers yang habis dipuaskan oleh Slank keluar dengan tertib berlalu lintas karena mereka berjalan kaki. Seperti biasa pula dandanan mereka yang beratribut Slank dan cukup slengean menjadi ciri khas tersendiri. Seketika gw teringat akan ide abstrak gw tentang "Anti Kemapanan".
Saturday, 30 October 2010
Anti Kemapanan
Genre:
Anti Kemapanan,
Ide abstrak,
Kemiskinan,
Slank,
Tidak Puas Diri
Pemuda Tanggung Masa Kini
Hallo abstrakers. Kabar apa kalian dengan? semoga saja baik baik kalian kabar. Sudah lama ta menulis dan seperti biasa ini adalah sedikit basi-basi biar tulisan gw ini basi.
28 Oktober. Jujur gw gak tau ada apa yang special dengan hari itu tapi pada tanggal 28 Oktober 2010, jejaring dunia maya gw penuh dengan ucap-berucap sumpah pemuda. Bagi gw sih 28 Oktober adalah ulang tahun bokap gw dan Goodnight Electric. Happy birthday papa dan Goodnight Electric. Kembali kepada sumpah pemuda, gw gak tau apa arti dari sumpah pemuda itu dan tak bisa merasakan atmosfer dari sumpah pemuda itu. Bagi gw Sumpah Pemuda adalah kejadian beberapa puluh tahun silam dimana para pemuda Indonesia berikrar bertanah air, berbangsa, dan berbahasa satu Indonesia. Berhubung jejaring dunia maya gw sepi dengan euphoria sumpah pemuda, banyak yang bertanya kepada gw knp gw gak merayakan sumpah pemuda? Bagi gw buat apa merayakan hal-hal yang seperti itu. Banyak yang komentar pula gw gak nasionalis, gw gak cinta Indonesia, bla bla bla. Apakah gw gak merayakan hari sumpah pemuda gw gak disebut nasionalis? apakah nasionalis diukur hanya dengan merayakan sumpah pemuda saja? Tanyakan pada diri anda sendiri dan mari kita berkaca apakah pemuda generasi masa kini sudah bisa di sebut pemuda nasionalis? lets think for awile.
Genre:
28 Oktober,
Ide abstrak,
Nasionalis,
Sumpah Pemuda
Subscribe to:
Posts (Atom)