Showing posts with label Profile. Show all posts
Showing posts with label Profile. Show all posts

Sunday, 29 January 2012

Powerslaves: Ketika Kegerahan Menyelimuti Indonesia

Powerslaves adalah  sebuah band rock yang terbentuk pada awal 1991 dan cukup lama menghilang dari peredaran musik di Indonesia. Band yang terbentuk di Semarang ini akhirnya kembali ke belantika musik Indonesia setelah tertidur panjang dan merilis sebuah single yang cukup lugas yakni Indonesia.
Powerslaves || klik this picture if you want to download Indonesia's song
Para rockers gaek ini tampaknya mulai gerah dengan keadaan Indonesia yang semakin kacau dan tidak menentu. Berbagai kasus dan kisruh kini menghantui negara ini dan nasionalisme pun dirasa kian memudar akhir-akhir ini. Untuk memberikan contoh dan mengajak para pemuda bangsa di negara ini, Powerslaves akhirnya merilis lagu Indonesia. Lagu ini sendiri bertemakan tentang nasionalisme dan mengajak kita semua untuk kembali mencintai Indonesia. Lagu Indonesia sendiri masih bernafaskan rock yang harmonis ala Powerslaves. Arransmen yang terbilang cukup megah, permainan gitar yang cukup meraung-raung, serta suara sang vokalis yang cukup tinggi sangat menggugah hati.

Saat ini sendiri Power Slaves terdiri atas Heydi Ibrahim (vokal), Anwar Fatahillah (bass), Acho Jibrani (gitar), dan Wiwik Sudarno (drum). Meski bisa dibilang secara umur para personil Powerslaves sudahlah tidak muda namun semangat bermusik serta skill mereka masih sangat mumpuni. Mungkin pepatah tua-tua keladi, makin tua makin jadi sangat cocok untuk menggambarkan bagaimana Powerslaves beraksi.

*Tulisan ini juga dimuat di Review Bastard

Thursday, 27 October 2011

Angsa & Serigala: Lirik Indonesia Pun Ok!

Sekali lagi Kota Kembang, Bandung, menelurkan talenta mereka yang luar biasa. Suasana dan kegiatan yang sangat mendukung para manusianya untuk bisa berpikir kreatif dan keren. Salah satu produk Bandung yang menjadi sorotan saya adalah Angsa & Serigala. Bukan sirkus ataupun sebuah drama kolosal, melainkan sebuah grup band yang luar biasa mengesankan.

Angsa & Serigala
Pertama kali mendengarkan Angsa & Serigala sekitar 2 tahun silam, dan tercengang dengan nama yang cukup unik dan menurut saya berbahaya. Terlintas dibenak bahwa Angsa & Serigala mengusung aliran keras semacam hardcore ataupun band metal, namun daya penasaran dan keingintahuan tak bisa membuat saya menahan diri untuk mencari lebih pasti apakah gerangan Angsa & Serigala ini. Menelusuri dan sampai akhirnya bertemu dengan sepasang demo Angsa & Serigala "Manusia" dan "Bahagia".

Takjub adalah sebuah impresi pertama ketika mendengarkan kedua demo mereka ini. Jauh dari bayangan sebelumnya bahwa Angsa & Serigala adalah pengusung Hardcore dari Kota Priyangan, mereka adalah pengusung folk/pop/rock yang santun namun urakan. Lirik Berbahasa Indonesia yang sarkas namun sangat memberikan kesan yang sangat mendalam membuat Bahasa Indonesia menjadi sangat keren untuk dinyanyikan dan diperdengarkan kepada Khalayak. Cerdas adalah satu kata untuk mendeskripsikan lirik mereka. Arransmen yang cukup kasar, penuh dengan suara bass, dan suara vokalis pria yang berat membuat saya tak memiliki alasan untuk tidak jatuh cinta kepada Angsa & Serigala seketika. 2 Tahun sudah berlalu semenjak saya pertama kali mendengarkan Angsa & Serigala hingga saat ini saya  masih tetap jatuh cinta kepada band ini.

Oktober 2011, kabar berhembus Angsa & Serigala mendebutkan album pertama dan sudah tak perlu berpikir untuk sesuatu hal yang dicinta, bergegaslah membungkus album perdana mereka. "Bersamaku" menjadi pembuka dan tetap memberikan impresi yang sama dengan 2 tahun silam. Dentingan Glock yang simple dan nyaring membawa keangan betapa indahnya menikmati album ini. kemudian berlanjut dengan suara drum, gitar, biola, serta alat musik lainnya membuat sound-sound yang mereka hasilkan luar biasa kaya namun harmonis ditelinga. Begitu dengan hampir dengan semua arransmen lagu mereka, penuh dengan suara-suara perpaduan nyaring dan berat beriringan selaras. Perpaduan itu semua membentuk sound Angsa & Serigala yang penuh dengan sound namun masih terdengar minimalis.

Namun dibalik kesuksesan mereka mengkonsep album pertama mereka, tersirat 2 kekecewaan pribadi. Pertama adalah tidak adanya lagu "Manusia" di album ini. Sebuah lagu yang menurut saya luar biasa dari sisi harmonisasi lagu serta lantunan lirik yang sangat mempresentasikan keadaan saat ini. Angsa & Serigala menuturkan melalui account twitter mereka @AngsaSerigala bahwa mereka memiliki rencana tersendiri pada lagu ini. Kedua adalah Arransmen dari "Bahagia" yang berubah. Lagu ini menjadi lebih ringan di telinga dan suara sang vokalis pria tidaklah seberat pada arransmen pertama. Saya merasa lagu ini sedikit kehilanggan suasananya yang mendalam dan kegalauan yang dihasilkan oleh "Bahagia".

Terlepas dari 2 kekecewaan pribadi saya,  debutan Angsa & Serigala patut untuk anda koleksi. Anda mungkin tak akan percaya dan sedikit terkejut kala mendengarkan album ini yang 100% berlirikan Bahasa Indonesia. Ketika band-band indie sedang tergerus dengan lirikal berbahasa asing, Angsa & Serigala menawarkan sesuatu yang berbeda. Lirik Berbahasa Indonesia yang cerdas, makna yang mendalam, serta diksi kata yang beragam membuat Bahasa Indonesia sangat indah dinyanyikan dengan lantang ketika acara-acara berlangsung.

Sunday, 22 May 2011

Leonardo Ringo: Vocal Berat Yang Menggetarkan

Suatu hari ketika sedang memutar salah satu stasiun radio ibu kota, gw mendengarkan sebuah lagu yang cukup asik. Sebuah lagu dengan nuansa akustik, folk, rock, dan sensualitas bermusik yang luar biasa yang sangat jarang sekali gw dengarkan. Sungguh itu pertama kali gw mendengarkan lagu tersebut dan gw tak tahu siapa yang menyanyi dan apa judul lagu tersebut; namun di akhir lagu sang vokalis pria yang bersuara berat bak orang yang sedang mabuk berteriak memperkenalkan sang vokalis wanita yang tak lain adalah Leni Layli (Ex-Amazing In Bed). Kontan googling pun diaktifkan dan memasukan berbagai keyword yang gw tahu dan akhirnya I got the song. The song is Blatant - Leonardo Ringo feat. Leni Lani.

Awalnya gw pun tak mengerti siapakah Leonardo Ringo ini, manusia cerdas dari mana lagikah mahkluk satu ini. Ketika gw menelisik lebih lanjut tentang siapakah penyanyi yang luar biasa ini yakinlah saya tahu bahwa ia adalah Leonardo Ringo dan lebih dikenal sebagai drummer Zeke And The Popo. Gw memang tak begitu mengikuti tentang Zeke And The Popo selain Profesor Komodo dan Mighty Love mereka, namun akhirnya gw mengerti yakni Leonardo Ringo

Gw mungkin biasa saja dengan Zeke And The Popo mereka namun jujur gw jatuh cinta dengan suara vokal yang berat ala Leonardo Ringo. Suara yang dimiliki oleh Leonardo Ringo adalah tipikal suara yang amat gw sukai. Sudah lama sekali gw tidak mendengarkan tipikal suara tersebut setelah alm. Broery Marantika ataupun Bob Tutupoly. Selalu meninggalkan kesan yang mendalam dan efek yang luar biasa dengan jenis suara yang berat dan dibawakan dengan baik.

Saat ini Leonardo Ringo memiliki sebuah album solo yang bertajuk The Sun. Sebuah judul yang diambil dari perkatan Budha "Three things cannot be long hidden : The Sun, the moon, and the truth." Apakah ini sebuah album trilogi yang akan dibuat oleh manusia jenius ini? liat saja nanti kelak. The Sun mungkin harus anda koleksi karena materi yang disajikan oleh Leonardo Ringgo pun sangat menjanjikan. Kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, ketakutan, kegetiran, kekecewaan, dan banyak hal lainnya yang disajikan oleh Leonardo Ringo dalam album ini. Kematangan materi album The Sun ini tak lepas dari 18 tahun Leonardo Ringo bergelut dengan dunia musik. Kematangan materi yang dimiliki Leonardo Ringo pun terbungkus dengan baik dengan campur tangan Hendra Perdana (Anda) yang berlatar belakang rock dan Dharmo Soedirman yang berlatar belakang jazz sebagai Produser dari album ini. Masalah arransemen musik pun Leonardo Ringo pun tak perlu khawatir karena dibantu oleh segenap musisi handal yakni Emil Hussein (Naif), Kartika Jahja & Susan Agiwitanto (Tika & the Dissidents), Indra Perkasa (Tomorrow’s People Ensemble), Lani Leyli (Amazing in Bed), Ricky Surya Virgana (White Shoes & the Couple’s Company), Rayendra Yuditia (ZATPP), Christo Putra (Dear Nancy), Mian Meuthia, Mian Tiara, Filipus Davefriz, Chroma String Quartet, Galaxy Big Band dan David Tarigan. Tak hayal Album The Sun mungkin salah satu album yang wajib anda koleksi.

Kesimpulanya dari review kali ini adalah segera beli album The Sun karena hanya di copy sebanyak 1000 buah dan takkan di copy lagi. Materi yang matang akibat 18 tahun bergelut dengan dunia musik, di bantu oleh berbagai musisi handal dalam pengerjaannya, dan suara vokal yang berat Khas Leonardo Ringo membuat anda harus berpikir ulang betapa pentingnya album The Sun ini.

Leonardo - Insecure


Leonardo Feat. Leni Leyli - Blatant

Sunday, 15 May 2011

Oh, Nina!: THE BEST Electropop Band from DIY. Calm, Cool, and Shady.

Ketika kalian mendengarkan Oh, Nina!, janganlah kalian langsung menafsirkan bahwa ini seorang wanita yang cantik nan elok parasnya. Mereka bukan pula kumpulan para wanita yang tergabung atas sebuah gang. Oh, Nina! adalah duo electropop asal D.I. Yogyakarta yang sudah cukup lama bergelut dengan scene indie di kota pendidikan tersebut.

Tahun 2003 pertemanan di bangku kuliah menjadi awalan pembentukan sebuah band yang bernama Oh, Nina!. Berdiri dengan formasi awal Auf (voc, guitar burner), Khrisna (simply harmonic maker), Yoza (beat maker, sampling), dan Dhanas (low) memulai dengan format band yang mengusung brith-pop sebagai kiblat bermusik mereka. The Postal Service, Figurine, The Cure, Cardigans, Belle And Sebastian, Pure Saturday, Mew, Telefon Tel Aviv, dan Mae dijadikan mereka sebagai inspirasi Oh, Nina! dalam bermusik. Puncaknya pada tahun 2006 mereka mengeluarkan album perdana mereka yang bertajuk Enjoy the Euphoria of Anti-Cliché World dengan hits mereka Love Song for Nina. Kian waktu berjalan serta ditinggalnya oleh Dhanas dan Yoza, Oh, Nina! merubah diri mereka menjadi duo electropop.

Oh, Nina! dengan formasi terbaru semakin kreatif dan berbahaya dalam menciptakan karya. Terbukti dengan 3 album Oh Nina (Shinny Day Has Come, Eppi Space Creature: ZAAPP...!!!, Highway) dan ikut serta dalam 3 album compilasi, mereka ciptakan dengan musik electropop yang mereka usung. Tak hanya itu saja, album mereka Highway dirilis oleh label dari Jerman yakni Edition 59 dan album tersebut dicetak dalam edisi terbatas. Bahkan majalah musik sekelas Rolling Stone pun memberikan predikat Oh, Nina! “THE BEST Electropop Band from DIY! Calm, Cool, and Shady.”
Saat ini Oh, Nina! sedang masuk ke dalam studio rekaman guna merampungkan album terbaru mereka. Tak tahu kapan mereka akan merampungkan album terbaru mereka namun mereka telah membocorkan sedikit materi mereka di www.ohninaband.com; atau kalian dapat mendengarkan bagaimana kehebatan mereka dalam meramu musik electropop di www.myspace.com/ohcutenina. Mari ditunggu saja album terbaru mereka dan Yogyakarta kembali tersenyum dengan kebudayaan mereka.

Sunday, 1 May 2011

popRadio

What's up Abstrakers? How are you today? ah.....memang indah sekali menikmati pagi hari dan dengan pikiran yang masih fresh dan tak berisi sama sekali ini. Telah lama sekali gw tak membuat review tentang bermacam hal dan selalu menjejali dengan ide abstrak. Sialan memang otak gw ini! Sebagai pembunuh kebosanan gw akan mencoba mereview sebuah band indie yang menurut gw luar biasa dan kematangan dalam berkonsep yang patut diacungi jempol. Yap, That's was popRadio.

Ketika Solo dijejali dengan band-band yang serupa, penuh dengan distorsi, kebisingan, screaming, lirik yang dibuat terasa puitis, dan pemenuhan pangsa keinginan anak-anak SMA setingkat, popRadio hadir dibelantika musik Solo dan kian menjamah belantika musik Indonesia. popRadio hadir dengan genre yang berbeda dengan band-band yang tengah tumbuh di Solo, gaya yang berbeda, lirik yang cukup ngepop dengan beat yang sedang bersemangat, dan kreativitas yang tumbuh berkembang pesat didalam otak mereka masing-masing.

Semua berawal dari pertemuan Awank (Bassis) dan Fajri (Gitaris) ditahun 2005, mulailah terbentuklah Band bernama "Supernova" dan sampai akhirnya merekrut Adin (Keyboardis), Reza (vokalis), dan Angga (drumer). "Supernova" bertahan hingga tahun 2008 lekas kemudian berganti nama menjadi "popRadio" yang kemudian di ikuti pergantian personil pada Rezza (Keyboard) dan Dewa (Drummer).

popRadio mengusung Brit-pop mainstream sebagai jalur ideologi mereka dalam bermusik. Influence mereka seperti Oasis, Mew, Coldpaly, The Killers, dll sangat membantu mereka dalam meracik bagaimana mereka ber-brith-pop ria ala popRadio. Semua menjadi nyata dengan sangat ini mereka telah membuat 23 lagu siap rilis dan 7 lagu yang belum diarransmen, cukup membuktikan bahwa mereka adalah generasi yang cukup kreatif dan bersemangat tinggi.

Semua semangat mereka dan kekreativan mereka serasa lengkap ketika semua itu diganjar dengan berbagai prestasi yang mereka raih. Terakhir ini mereka mengikuti sebuah audisi band yang diselengarakan oleh salah satu produsen rokok dan mereka menjadi finalis TOP 10 di tingkat nasional. Sebuah prestasi yang cukup membanggakan dan ini sangat luar biasa. DARI SOLO MENUJU NASIONAL!

Akhir kata, popRadio is Awesome and really good. Cukup menyegarkan di tengah keseragaman yang setiap hari menjejali musikalitas saat ini. And if you want to know more about popRadio, you can klik this and enjoy it!