Showing posts with label Leonardo Ringo. Show all posts
Showing posts with label Leonardo Ringo. Show all posts

Monday, 23 January 2012

Interconnection 2: Tour Antar Kota Yang Hangat

Sebuah gigs kecil yang penuh dengan suka cita telah tergelar di Gedung Kesenian Solo (GKS) pada Minggu, 22 Januari 2012. Sebuah acara pembuka di awal tahun yang sangat menyenangkan ketika SRM berkolaborasi dengan Dean Street Billy’s. Awal tahun 2012 ini mungkin sebagai pertanda juga bahwa Solo kian mulai diminati para musisi Indonesia sebagai tujuan pangung bermusik mereka. Interconnection 2 merupakan sebuah tour yang di gagas oleh SRM Management yang bertujuan untuk menyambung silahturahmi bermusik antar Jakarta dengan Solo. Dari Jakarta diwakili oleh Dried Cassava, L’alphalpha, serta Leonardo Ringo. Sedangkan Solo diwakili oleh Sua dan The Leon’s Labyrinth. Ketika menilik line-up yang akan meramaikan acara silahturami ini, maka sudah terbayang betapa luar biasanya acara kali ini.
Poster Interconnection 2
Acara yang semestinya dimulai pukul 14.30 ini mendadak molor untuk waktu yang cukup lama. Listrik yang padam menjadi kendala utama ketika semua band akan melakukan sound check. Tak lama kemudian, hujan lebat mengguyur Solo namun crowd di Solo tidaklah takut dengan hujan, banyak yang berdatangan menuju GKS ketika hujan mengguyur. Tak lebih dari sekitar 70 orang memadati GKS yang merupakan sebuah studio film jaman dulu. Pukul 17.00 sound check usai dan saatnya Interconnection 2 dimulai.
merchandise
Sua menjadi band pertama yang membuka Interconnection 2 pada sore kali itu. Sua merupakan band pop yang lain dari pada lainnya. Ketika band pop pada umunya berbicara tentang cinta, kasih sayang, dan kegalauan risalah hati dengan lirik yang renyah, maka Sua menggebrak paradigma musik pop tersebut. Sua dengan musiknya berbicara tentang alam, kondisi sosial masyarakat kita, serta keluh kesah masyarakat pada umumnya dengan lirik yang penuh dengan tendensi pesan yang berbobot. Lirik-lirik yang mereka gunakan pun cukup berbeda dengan lirik musik pop pada umumnya. Sekilas mendengarkan Sua seperti mendengarkan Iwan Fals dikala muda. 3 Lagu Sua bawakan dan tentu saja ini mendapatkan respon yang cukup luar biasa dari para penonton Interconnection 2. Bahkan di belakang panggung sendiri, beberapa orang dari Jakarta terkesima dan kagum dengan musik Sua.
SUA
SUA
Usai Sua membuka Interconnection 2, kini giliran The Leon’s Labyrinth yang memanaskan tensi penonton. Band pop rock asal Solo yang beranggotakan Yanu N Wibisono (Vocal), Mega Rio Pandu (Drums),  Sifak Ulkarim (Bass), dan Arya P Sularto (Guitar) berhasil menghentak penonton Interconnection 2 dengan musik yang mereka bawakan. Ketika dulu saya pernah menulis The Leon’s Labyrinth merupakan band yang biasa aja, tampaknya mereka malam ini membuktikan bahwa mereka bukan band yang biasa-biasa saja. Penampilan The Leon’s Labyrinth kali ini lebih perkasa baik secara musikalitas dan penampilan mereka. Pada Interconnection 2 kali ini, The Leon’s Labyrinth lebih bersemangat dan sound yang dihasilkan jauh lebih bertenaga. Kemudian distorsi yang mereka hadirkan lebih bersih dan sangat enak di telinga. Sang vokalis The Leon’s Labyrinth, Yanu N. Wibisono, tampak lebih bergairah malam ini. Dengan kacamata gelap yang dikenakan, Yanu tampak selayaknya Jon Bon Jovi sebagai vokalis The Leon’s Labyrinth.
The Leon’s Labyrinth
The Leon’s Labyrinth
Usai sudah 2 local heroes asal Solo memanaskan acara silahturahmi kali ini, saatnya rombongan dari Jakarta yang mengambil alih panggung. Dried Cassava didaulat menjadi pembuka pertama. Band ini berpersonilkan Baskoro Adhijuwono (Vocalist), Nandie Daniel (Guitarist), Bana Drestanta (Bassist) dan Kago Mahardono (Drumer). Dried Cassava merupakan Band alternative Funk Rock yang dijamah oleh Blues, cukup liar dan penuh dengan noise. Tak banyak yang dapat saya ceritakan untuk band ini karena saat band ini bermain saya sedang keluar untuk melaksanakan ibadah Magrib. Tapi berdasarkan pengelihatan saya saat Dried Cassava sedang sound check, band ini akan penuh dengan kejutan sound-sound yang mereka buat berbalut dengan skill yang sangat mumpuni. Dan tampaknya tebakan saya tak salah ketika saya kembali kedalam venue, tampak wajah penonton tampak puas menyaksikan Dried Cassava.
Dried Cassava
Dried Cassava
Dried Cassava
Kini Saatnya L’alphalpha yang saatnya unjuk gigi. L’alphalpha merupakan band yang paling di tunggu oleh crowd Interconnection 2. Mengusung Post Rock yang disentuh dengan shoe gaze membuat band ini sangat patut untuk di simak. Untuk kualitas bagaimana musikalitas mereka, tak perlulah meragukan mereka. Berbagai apresiasi sudah mereka dapatkan, bahkan Singapura pun sudah mereka sambaing. L’alphalpha beranggotakan Herald Reynaldo, Yudishtira Mahendra, Tercitra Winitya, Ildo Reynardian, Byatriasa Ega, dan Purusha Irma. Di Interconnection 2 ini, L’alphalpha membuka show dengan lagu Peace, Completeness, and welfare (Silent). Lagu pertama sukses membuat penonton sing along bersama tanpa menunggu komando. Penampilan L’alphalpha selama Interconnection 2 terbilang cukup baik dengan gimmick Herald dan suara merdu Yayas cukup memukau penonton. Bahkan pada Interconnection 2 ini, L’alphalpha menyanyikan lagu mereka yang sebelumnya tidak dibawakan di Interconnection 1. Sebagai penutup, The Day When Everything Around Us Fall Asleep and We don't Remember How to Awake dibawakan dan gemuruh tepuk tangan membahana di GKS.
L’alphalpha
L’alphalpha
L’alphalpha
L’alphalpha
L’alphalpha
L’alphalpha
Sudah pukul 19.30 dan GKS kian memanas namun geliat penonton tidaklah kurang. Terakhir sebagai penutup pesta malam ini, para penonton yang sedari tadi terduduk kini mereka bangkit untuk menyambut Leonardo. Tak perlu waktu cukup lama untuk set alat, satu persatu anggota band yang dibawa Leonardo mulai mengisi pos-pos mereka. Swing ‘n Jingle menjadi lagu pembuka aksi Leonardo. Sentuhan vokal berat dan beat-beat rock and roll ala Leonardo membuat penonton mulai menggerakan badannya mengikuti lagu. Dan ketika Blatant dimainkan, Leonardo memanggil seorang bintang tamu yang menjadi backing vokalnya, yakni Mian Meuthia. Blatant berhasil membuat penonton bernyanyi dan berteriak dengan lantang. Sepanjang penampilannya, Leonardo tampak tak pernah kehabisan energi untuk terus bergerak, meloncat, dan berdansa dengan Gretsch G5120 kesayangannya. Bahkan ketika penampilannya kian memanas, Leonardo masih suka berceloteh dengan jokes yang membuat perut penonton kian keram. Tak dapat disangkal bahwa Leonardo merupakan salah satu penyanyi di Indonesia dengan Showmanship terbaik. Sebagai penutup acara, Leonardo membawakan Midnight Hooray dan sukses mengajak penonton untuk bernyanyi bersama.
Leonardo Ringo and Band
Leonardo Ringo and Band
Leonardo Ringo and Band
Leonardo Ringo and Friends
Leonardo Ringo and Band
Mian Meuthia
Leonardo Ringo and band
Setlist Leonardo Ringo
Leonardo Ringo and Band
Mian Meuthia
Jam sudah menunjukan pukul 21.00 kurang sedikit dan Interconnection 2 telah usai. Sebuah gigs kecil di Kota Budaya Solo yang sangat intim dan hangat. Sound yang pas-pasan, tanpa berikade, dan semua bisa bernyanyi berbaur bersama tanpa melihat status sosial setiap individu yang hadir disana. Kekurangan tentu saja ada namun semua kekurangan itu tertutup dengan acara yang benar-benar tahu bagaimana cara untuk bersenang-senang. Mungkin di Solo tidaklah banyak acara yang benar-bener penuh dengan tensi kesenang namun Dean Street Billy’s dengan keterbatasannya berusaha menciptakan itu semua. Dengan membuat Interconnection 2, diharapkan Dean Street Billy’s kian berkembang dan membuat scene pop di Solo kian ramai.
W/ L'Alphalpha
CD Leonardo Ringo + Setlist
W/ Leonardo Ringo
CD L'alphalpha + Setlist
 *tulisan ini juga di muat oleh Gigsplay.com

Saturday, 24 December 2011

Contekan Album ke-2 Leonardo Ringo “It’s You”

Leonardo Ringo adalah seorang biduan lelaki yang sedang meroket namanya akhir-akhir ini. Sukses dengan album pertamanya, The Sun, tampaknya membawa sebuah angin segar bagi Leonardo dan para penikmat musik di Indonesia. Namun sudah tak terasa hampir 2 tahun sudah album The Sun rilis dan masih menjadi sebuah tanya kapan album selanjutnya keluar.

Leonardo Ringo | Click this picture if you want to hear "It's You"
Untuk menjawab sedikit kegelisaan para penggemarnya, Leonardo membocorkan salah satu lagu yang akan dirilis pada album ke-2 yakni It’s You. Meski lagu ini masih berbentuk demo dan belum selesai seutuhnya namun sentuhan jenius Leonardo sudah sangat terasa. Berbekal Cole Clark dan Iphone miliknya, dia merecord It’s You dengan cukup ciamik. Ditambah suara beratnya yang sexy, sentuhan Blues rock, serta liriknya yang mendalam cukup untuk membuat anda tercengang dan merenung. It’s You sendiri merupakan lagu yang berisikan tentang humanisme. Kesenjangan sosial dalam keseharian menjadi perhatian utama dalam tembang ini.

Sembari menunggu album ke-2 dari seorang Leonardo Ringo, anda bisa mendengarkan lagu ini sejenak sembari menerka bagaimana sound dari album selanjutnya. Akan tetapi masih terdapat sebuah pertanyaan yang mengganjal dalam diri saya, apakah Leonardo akan menelurkan sebuah album trilogy? Ketika album pertama, The Sun, saya berpikir adakah kaitannya dengan perkataan Budha Three things cannot be long hidden: the sun, the moon, and the truth.” Well, Lets it later!


*Tulisan ini juga ada di Reviewbastard.org



Sunday, 22 May 2011

Leonardo Ringo: Vocal Berat Yang Menggetarkan

Suatu hari ketika sedang memutar salah satu stasiun radio ibu kota, gw mendengarkan sebuah lagu yang cukup asik. Sebuah lagu dengan nuansa akustik, folk, rock, dan sensualitas bermusik yang luar biasa yang sangat jarang sekali gw dengarkan. Sungguh itu pertama kali gw mendengarkan lagu tersebut dan gw tak tahu siapa yang menyanyi dan apa judul lagu tersebut; namun di akhir lagu sang vokalis pria yang bersuara berat bak orang yang sedang mabuk berteriak memperkenalkan sang vokalis wanita yang tak lain adalah Leni Layli (Ex-Amazing In Bed). Kontan googling pun diaktifkan dan memasukan berbagai keyword yang gw tahu dan akhirnya I got the song. The song is Blatant - Leonardo Ringo feat. Leni Lani.

Awalnya gw pun tak mengerti siapakah Leonardo Ringo ini, manusia cerdas dari mana lagikah mahkluk satu ini. Ketika gw menelisik lebih lanjut tentang siapakah penyanyi yang luar biasa ini yakinlah saya tahu bahwa ia adalah Leonardo Ringo dan lebih dikenal sebagai drummer Zeke And The Popo. Gw memang tak begitu mengikuti tentang Zeke And The Popo selain Profesor Komodo dan Mighty Love mereka, namun akhirnya gw mengerti yakni Leonardo Ringo

Gw mungkin biasa saja dengan Zeke And The Popo mereka namun jujur gw jatuh cinta dengan suara vokal yang berat ala Leonardo Ringo. Suara yang dimiliki oleh Leonardo Ringo adalah tipikal suara yang amat gw sukai. Sudah lama sekali gw tidak mendengarkan tipikal suara tersebut setelah alm. Broery Marantika ataupun Bob Tutupoly. Selalu meninggalkan kesan yang mendalam dan efek yang luar biasa dengan jenis suara yang berat dan dibawakan dengan baik.

Saat ini Leonardo Ringo memiliki sebuah album solo yang bertajuk The Sun. Sebuah judul yang diambil dari perkatan Budha "Three things cannot be long hidden : The Sun, the moon, and the truth." Apakah ini sebuah album trilogi yang akan dibuat oleh manusia jenius ini? liat saja nanti kelak. The Sun mungkin harus anda koleksi karena materi yang disajikan oleh Leonardo Ringgo pun sangat menjanjikan. Kebahagiaan, kemarahan, kesedihan, ketakutan, kegetiran, kekecewaan, dan banyak hal lainnya yang disajikan oleh Leonardo Ringo dalam album ini. Kematangan materi album The Sun ini tak lepas dari 18 tahun Leonardo Ringo bergelut dengan dunia musik. Kematangan materi yang dimiliki Leonardo Ringo pun terbungkus dengan baik dengan campur tangan Hendra Perdana (Anda) yang berlatar belakang rock dan Dharmo Soedirman yang berlatar belakang jazz sebagai Produser dari album ini. Masalah arransemen musik pun Leonardo Ringo pun tak perlu khawatir karena dibantu oleh segenap musisi handal yakni Emil Hussein (Naif), Kartika Jahja & Susan Agiwitanto (Tika & the Dissidents), Indra Perkasa (Tomorrow’s People Ensemble), Lani Leyli (Amazing in Bed), Ricky Surya Virgana (White Shoes & the Couple’s Company), Rayendra Yuditia (ZATPP), Christo Putra (Dear Nancy), Mian Meuthia, Mian Tiara, Filipus Davefriz, Chroma String Quartet, Galaxy Big Band dan David Tarigan. Tak hayal Album The Sun mungkin salah satu album yang wajib anda koleksi.

Kesimpulanya dari review kali ini adalah segera beli album The Sun karena hanya di copy sebanyak 1000 buah dan takkan di copy lagi. Materi yang matang akibat 18 tahun bergelut dengan dunia musik, di bantu oleh berbagai musisi handal dalam pengerjaannya, dan suara vokal yang berat Khas Leonardo Ringo membuat anda harus berpikir ulang betapa pentingnya album The Sun ini.

Leonardo - Insecure


Leonardo Feat. Leni Leyli - Blatant