Showing posts with label Technology. Show all posts
Showing posts with label Technology. Show all posts

Friday, 1 April 2011

Bermusik di Mulai Dari Kamar

Sebelum menulis, saya akan berterima kasih kepada Charles Babbage yang telah menemukan komputer yang dapat diprogram serta Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr yang telah merakit komputer pertama didunia ENIAC (Electronic Numerical Integrator And Computer). Berkat sumbang sih mereka, maka segala kebutuhan duniawi masyarakat dapat dipenuhi.

Dahulu kala sekitar tahun 50-an, band-band yang ada di Indonesia sangatlah jarang sekali. Saya pun hanya bisa menyebutkan The Tielman Brothers sebagai band yang saya tahu saat ini. Terima kasih kepada ALLAH SWT yang sangat pemurah, memberikan manusia akal pikiran sehingga teknologi dan ilmu pengetahuan dapat berkembang dengan pesat. Tahun tiap tahun kemajuan teknologi kian berkembang dan studio band atau pemilik alat musik modern kian ramai sehingga di tahun '60-'70 lahirlah Koes Plus, D'Lloyd, Pambers, Mercy's sebagai musisi yang kondang di era saat itu sampai sekitar tahun '80-an mereka tetap raja musik Indonesia. Pada era orde lama macam itu, studio musik dan alat musik modern pada awamnya hanya dimiliki oleh segelintir orang dan tak semua kalangan dapat memilikinya. Kemajuan dan membuat band di tahun seperti itu dianggap hanya orang-orang tertentu saja yang mampu; akan tetapi sekali lagi akal pikiran yang diberikan ALLAH SWT memecahkan semua itu dengan teknologi yang diberi nama MIDI.

MIDI yang merupakan singkatan dari Musical Instrument Digital Interface, suatu protocol standar industri  yang memungkinkan perangkat musik elektronik seperti synthesizers maupun drum machines serta perangkat elektronik lainnya seperti MIDI Controllers, sound cards maupun sampler untuk berhubungan, melakukan komunikasi serta proses sinkronisasi satu sama lain. Berbeda dengan media analog, MIDI tidak melakukan transmisi  audio signal, melainkan mengirim semacam messages berupa pitch atau intensitas, control signals untuk parameter seperti volume, vibrato dan yang lainnya. Teknologi MIDI ini mulai diperkenalkan ke seluruh dunia pada tahun 1982. Pengenalan teknologi MIDI di Indonesia pada awalnya semacam diangkut oleh para buruh nada seperti Fariz RM dan Harry Roesly. Hingga sampai saat ini banyak sekali musisi local kita yang mengaplikasikan teknologi MIDI ini pada karya mereka. Mari kita sebut saja Goodnight Electric, Zeke Khaseli, Saykoji, dan sebagainya.

Kedatangan teknologi MIDI di Indonesia bagaikan hujan yang berhembus di tanah yang subur, banyak orang hebat yang dapat menciptakan musik namun tak tahu harus bagaimana merealisasikannya. Kendala-kendala yang diciptakan oleh teknologi bermusik analog seperti biaya yang mahal, proses yang berat, perlu waktu yang lama, serta perlu tenaga lebih untuk memainkannya dapat diatasi MIDI. Cukup bermodalkan komputer, synthesizers, MIDI Controllers, software digital, sound cards, sampler, dan ruang sempit alias kamar tidur maka anda dapat menuangkan gagasan bermusik anda.

Goodnight Electric pada awalnya sebuah proyek kamar seniman hebat Henry Irawan alian Henry Foundation. Ia menciptakan lagu-lagu Goodnight Electric berdasarkan perlengkapan yang dia punya yaitu komputer. Saat ini, Goodnight Electric adalah sebuah grup musik yang telah tersohor dan acap kali merasakan udara di luar Indonesia.

Zeke Khaseli, saudara dari Amy Gumlar dan ipar dari Taufik Hidayat, memulai proyek solonya "Salacca Zalacca" di kamarnya. Bermodalkan teknologi MIDI sampai akhirnya dia menciptakan puluhan lagu dalam sebulan. Sebuah pencapaian yang fantastis bagi saya dan mungkin angka sebanyak itu tak bisa dicapai apabila menggunakan alat musik analog pada umumnya.

Contoh di atas merupakan sebuah bukti bahwa musik dapat terlahir dari sebuah kamar. Tak hanya bayi ataupun suara kegaduhan yang dapat keluar dari kamar, namun musik pun dapat terlahir dari tempat tersebut. Ketika anda mempunyai gagasan atau ide brilian tentang bermusik, segarakan menunaikan ibadah terlebih dahulu, kemudian segera tuangkan gagasan tersebut dengan teknologi MIDI ini. Simple, praktis, cepat, ringkas, dan tak memerlukan proses yang tak jelas adalah keunggulan dari MIDI. Sebuah teknologi brilian ketika di jaman serba cepat ini kita dituntut untuk bisa cepat dan tepat.

Keep abstrak and Absurd!

Sunday, 9 January 2011

KITA BELUM SIAP!

Assalamualaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera kawan dan abstraker.

Selamat tahun baru dan semoga tahun 2011 ini kita semua lebih baik dan berbahagialah ditahun ini. Berikut adalah tulisan pertama gw pada tahun ini dan sedikit serius, namun gw menulis ini berdasarkan apa yang gw alami dan hasil pengamatan gw. Gw menulis ini bukan bermaksud dari pada menyerang ataupun melecehkan namun hanya sebagai pengamatan saja. Adapun kalau ada salah, mari kita koreksi bersama. Tulisan kali ini akan saya beri judul "KITA BELUM SIAP!"

Liburan tahun baru ini gw pulang ke Jakarta dan inilah pertama kalinya gw pulang naik pesawat. Gw berangkat dari Yogya-Jakarta penerbangan 20.10 WIB. Pada penerbangan ini gw melihat banyak orang-orang yang akan kembali ke Jakarta dan tak sedikit pula wisatawan asing yang terbang bersama. Kebetulan yang duduk disamping gw adalah wisatawan asing dan I think he is chinese. Sehabis ia menghempaskan badannya pada kursi, ia meraih laptopnya, mematikan laptop, cell-phone, memasang seat-belt, dan membaca buku dengan khusuk dan nikmat. Sekilas hal itu biasa saja dan tak ada yang aneh namun bagi saya ini cukup berbeda dengan masyarakat kita. Pada penerbangan selanjutnya ketika gw pulang ke Solo, gw pun kembali menggunakan pesawat terbang. Pada kali ini mayoritas dan mungkin seluruhnya adalah orang lokal dan kebetulan disamping kanan gw adalah seorang ibu-ibu. Ketika ia duduk, baliau masih saja asik smsan melalaui telepon genggamnya, padahal larangan penggunaan telepon genggam sudah diberitahukan. Saat pramugari datang mengecek, beliau tampak panik, gugup, dan bahkan tak bisa mematikan telepon geggamnya padahal dia menggunakan dua telepon genggam. Melihat hal tersebut kontan gw teringat penerbangan pertama tadi bersama wisatawan luar tadi. Betapa jauhnya kesadaran kita akan hal ini dan tampak sang ibu belum siap untuk menaiki pesawat terbang.

Contoh lain yang membuat berpikir tentang KITA BELUM SIAP adalah tentang Blackberry (BB). Teringat benar dalam kemunculan Blackberry kepermukaan masyarakat awam Indonesia, betapa orang berbondong-bondong membeli blackberry bak kacang goreng. Bagi pengusaha dan orang yang memerlukan konektivitas unlimited maka BB adalah solusinya. Namun sekali lagi, kita tidak siap. Anak-anak remaja dan bahkan bocah ingusan pun tak kuat iman untuk menolak gadget satu ini. Bagi mereka dari kalangan yang berada tentu saja tak ada masalah dalam membeli barang satu ini namun bagi kalangan menengah kebawah tentu saja ini salah satu masalah. Berdasarkan pengamatan saya, banyak anak-anak dari kalangan menengah kebawah mengakali ini dari meminta paksa orang tua, menjual barang, ataupun memanipulasi uang-uang yang ada.

Contoh-contoh diatas bukan penggambaran secara generalisasi masyarakat Indonesia namun hanya pengamatan gw secara pribadi dan apa yang gw temukan. Gw menilai kalau kita, saya dan orang-orang yang saya amati, adalah orang-orang yang belum siap dalam kemajuan jaman. Mungkin kemajuan teknologi ataupun ilmu pengetahuan bisa kita pelajari secara mendadak dan otodidak akan tetapi disini kita belum siap secara mental.

Kita yang hidup dengan garis besar masih dalam kultur tradisional tampaknya belum siap untuk menyeberang kepada garis modernisasi yang banyak mengahamtam sendi-sendi kehidupan kita. Mental dan attitude kita pun tercermin dalam kelakuan tradisional kita para remaja. Kelakuan tradisional kita ini pun bukan tanpa alasan, para orang tua dan pemimpin kita pun cukup andil dalam menanamkan mental tradisional kedalam mental kita. Teringat ucapan Dr. Yanuar Nugroho dalam seminarnya di Fisip UNS, hanya di Indonesia saja orang sedang meeting dan dalam acara-acara penting nan formal yang memamerkan hp mereka di meja dan SMS-an selama acara tersebut berlangsung. "SmartPhone tak lantas membuat anda Smart!" tuturnya.

Yah segitulah sedikit otak ngawur gw dan pengamatan dari kacamata gw yg selalu buram. No offense and peace!

Keep absurd, vro!