Sunday, 20 July 2014

Wind from The Foreign Land: Eksistensi Nyata Celtic Punk Indonesia

CD Wind from The Foreign Land
Bertepatan menjelang bulan puasa, skena musik Celtic Punk/ Irish Folk Punk dari seluruh Indonesia merilis sebuah album kompilasi “Wind from The Foreign Land” yang direkam WLRV Recs dan dibantu Spade Kustom dalam penggandaanya. Album kompilasi ini adalah yang pertama di skena Celtic Punk dan melibatkan 14 band dari 7 kota di Indonesia. Awalnya album ini berasal dari sebuah obrolan ringan beberapa personil Dirty Glass dan The Cloves and The Tobacco untuk mempererat skena Celtic Punk di seluruh Indonesia, hingga akhirnya semua dilakukan dan menghasilkan Wind from The Foreign Land. 

Keren adalah kata yang akan disematkan kepada album kompilasi ini. Banyak hal yang membuat album ini menjadi keren dan layak untuk dikoleksi. Menilik dari artwork cover Wind from The Foreign Land, terpampang peta Indonesia dengan warna hijau sebagai dominan warna cover. Jikalau dilihat sekilas, desain yang simple nan cukup mencuri perhatian ini dapat menjelaskan identitas isi dari album Wind from The Foreign Land. Berlanjut dibagian dalam terdapat slave sheet berisikan data-data band yang bergabung di kompilasi Wind from The Foreign Land, lengkap dengan lirik-lirik disetiap lagu mereka. Bagian lyric sheet ini jelas sangat membantu bagi mereka yang ini bersenandung di dalam kondisi apapun. Melengkapi artwork dan isi Wind from The Foreign Land, VWLV Records membungkus album ini dengan jewel box sehingga lebih kokoh dan tahan lama untuk dikoleksi. 

Jikalau membeli sebuah rilisan musik, mayoritas yang dicari adalah materi  di yang terkandung dalam rilisan tsb. Seluruh materi di album kompilasi Wind from The Foreign Land merupakan materi baru yang benar-benar disiapkan oleh setiap band. Jangka waktu enam bulan dalam persiapan album ini tampaknya dimanfaatkan oleh setiap unit Celtic Punk dengan baik dalam penggarapan album ini. Hasilnya bisa dilihat dengan materi yang mereka hasilkan memiliki warna masing-masing meski mereka dibawah atap Celtic Punk. Materi yang baik tentu tidak akan lengkap tanpa recording yang baik pula, dan ini diperhatikan betul dengan baik dalam membungkus materi yang akan disuguhkan. Tema yang terangkum dalam kompilasi ini pun beranekaragam, jika ditarik benang merah maka yang terasa adalah kondisi sosial masyarakat disekitar kita seperti; Penghianatan, kebanggaan, kebersamaan, ataupun cita-cita. Semua diungkapkan dengan lugas layaknya musik punk yang sederhana.­­ 

Pada akhirnya, album kompilasi Wind from The Foreign Land menjadi sebuah rilisan yang lebih dari sekedar alat pemersatu. Wind from The Foreign Land menjadi semacam perkenalan dan pembuktian eksistensi skena Celtic Punk/Irish Folk Punk di Indonesia. Wind from The Foreign Land didistribusikan secara DIY oleh para band yang berpartisipasi dan mendapat sambutan hangat oleh masyarakat. Album ini menjadi fundamental dan mungkin kelak akan menjadi sejarah penting di skena Celtic Punk di Indonesia.
*Artikel ini dimuat pula oleh Deathrockstar 

Saturday, 28 June 2014

Photoset Pelican Agenda 4

Jungkat Jungkit live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Jungkat Jungkit live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
Merah Bercerita live at Pelican Agenda 4, Arje's Kitchen - Solo.
For further photo, please kindly to check iRockumentary and the review can read at Dean Street Billy